no1 PhotobucketPhotobucket no1

Sunday, March 29, 2009

Biodata Hamas







Hamas = singkatan dari ' Harakah Muqawamah al-Islamiah' yang bemaksud "gerakan perlawanan Islam". Hamas adalah gerakan rakyat nasional yang bergerak demi untuk kebebasan dan kemerdekaan rakyat Palestine, kebebasan dari penganiayaan, bebas dari penjajahan Israel (zionisme-didukung oleh kekuatan imperialisme moden).

Tokoh-tokoh Hamas

1) Syaikh al Mujahid Ahmad Yasin- Pendiri/Tokoh Spiritual Hamas
2) DR. Abdul Aziz Ar-Ranteesi- Juru Bicara Hamas di Gaza
3) Ir. Ibrahim Ghousyah- Juru Bicara Hamas
4) As-Syahid Imad Aqil- Komandan Brigade Izzuddin al Qassam di Gaza
5) Ir. Imad el-Alami- Anggota Biro Politik Hamas
6) Jamal Manshur- Pemimpin Hamas di Tepi Barat Sungai Jordan
7) Khalid Misha'al- Kepala Biro Politik Hamas
8) Syaikh Khalid Muhammad Amin el Haj- Juru Bicara Rasmi Gerakan Perlawanan Islam Hamas di Distrik Jenin
9) Muhammad Nizal- Wakil Rasmi Hamas di Jordania
10) DR. Musa Abu Marzuq- Anggota Biro Politik Hamas
11) Sholah Syahadah- Pendiri Sayap Militer Hamas
12) Yahya Ayyasy- Komandan Biro Brigade Izzudddin al Qassam


Syaikh al Mujahid Ahmad Yasin

Beliau adalah Ahmad Ismail Yasin, dilahirkan pada tahun 1938 di desa el Jaura pinggiran el Mijdal, selatan Jalur Gaza. Mengungsi bersama keluarganya ke Jalur Gaza setelah perang Palestina (nakbah) tahun 1948. Mengalami kelumpuhan total sejak muda akibat kecelakaan dalam sebuah aktifitas oleh raga.

Bekerja sebagai guru Bahasa Arab dan Tarbiyah Islamiyah, kemudian bertugas sebagai khatib dan guru di masjid-masjid Gaza. Dalam masa penjajahan, dia menjadi khatib paling popular di kalangan masyarakat Jalur Gaza karena kekuatan argumennya dan keberaniannya dalam al haq (kebenaran).Menjadi ketua perhimpunan Islam di Jalur Gaza.

Pada tahun 1983, Syaikh Ahmad Yasin ditangkap rezim Imperialis Israel atas tuduhan memiliki senjata, membentuk pasukan militer dan menyerukan pelenyapan eksistensi negara Yahudi. Karenanya, beliau dihadapkan ke mahkamah militer Israel dan divonis 13 tahun penjara.

Pada tahun 1985, beliau dibebaskan dalam rangka pertukaran tahanan antara pihak rezim Imperialis Israel dengan PFLL (Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina) - Pimpinan Umum, setelah mendekam 11 bulan dalam penjara rezim Imperialis Israel.

Bersama para aktivis perlawanan islam (islamiyun) Palestina, beliau mendirikan organisasi perlawanan, Gerakan Perlawanan Islam ”Hamas” - Palestina, di Jalur Gaza pada tahun 1987.

Pada akhir bulan Agustus 1988, militer Imperialis Israel menyerbu rumah kediaman beliau di Gaza. Mereka melakukan pengeledahan dan mengancam membuangnya di atas kursi roda yang beliau duduki sehari-hari ke Libanon.

Pada malam hari tanggal 17 Mei 1989, rezim Imperialis Israel kembali menangkap Syaikh Ahmad Yasin berserta ratusan aktivis Gerakan Hamas, dalam rangka upaya menghentikan perlawanan bersenjata yang terjadi ketika itu dengan mengambil bentuk serangan dengan menggunakan as silah al abyadh (senjata putih), yakni selain senjata api terhadap serdadu-serdadu Israel, warga Yahudi serta penculikan terhadap agen-agen Israel.

Pada tanggal 16 Oktober 1991, mahkamah militer Imperialis Israel mengeluarkan keputusan dengan memvonis Syaikh Ahmad Yasin berupa penjara seumur hidup ditambah 15 tahun, setelah disodorkan daftar tuduhan sebanyak sembilan item. Di antaranya seruan (provokasi) penculikan dan pembunuhan terhadap serdadu-serdadu Imperialis Israel, pendirian Gerakan Hamas beserta sayap militer dan dinas keamanannya. Di samping menderita kelumpuhan total, Syaikh Ahmad Yasin juga menderita beberapa penyakit lain. Di antaranya, kebutaan di mata kirinya dan lemah pandangan di mata kanannya akibat penyiksaan yang beliau alami saat menjalani penyidikan, menderita radang telinga cukup kronis, alergi paru-paru, beberapa penyakit dan peradangan dalam dan usus. Kondisi penahanan yang buruk yang dialami Syaikh Ahmad Yasin menyebabkan merosotnya kondisi kesehatannya, sehinggga harus dipindahkan ke rumah sakit beberapa kali. Kondisi kesehatan Syaikh Ahmad Yasin terus menurun akibat penahanan dan tidak adanya pelayanan kesehatan yang memadai.

Pada tanggal 13 Desember 1992, sekelompok sukarelawan berani mati (fida’i) dari Brigade Izzuddin al Qassam menculik seorang serdadu militer Imperialis Israel. Brigade Izzuddin al Qassam menuntut pelepasan serdadu Israel tersebut dengan kompensasi pembebasan Syaikh Ahmad Yasin dan beberapa tawanan di penjara rezim Imperialis Israel, di antara mereka ada sedang menderita sakit, orang lanjut usia serta beberapa tawanan Arab yang ditangkap militer Imperialis Israel di Lebanon. Namun pihak Imperialis Israel menolak tuntutan tersebut, bahkan balik melancarkan serangan ke lokasi penahanan serdadu Israel tersebut, sehingga menyebabkan kematiannya serta kematian komandan kesatuan penyerangan pasukan Imperialis Israel dalam penyerangan tersebut, sebelum syahidnya para pahlawan sukarelawan berani mati di dalam rumah yang berlokasi di desa Beir Nebala, dekat Jerusalem.

Rabu pagi, tanggal 1 Oktober 1997, Syaikh Ahmad Yasin dibebaskan berkat perjanjian yang berlangsung antara Jordania dan rezim Imperialis Israel, dengan kompensasi penyerahan dua agen (antek) Zionis yang tertangkap di Jordan setelah mereka gagal dalam upaya pembunuhan terhadap al-Akh Khalid Misy'al, Kepala Biro Politik Hamas di Amman.

Senin, 22 March 2004, pesawat-pesawat tempur milik Israel, membidik seorang tua yang didorong di atas kursi roda, usai menunaikan Shalat Subuh di sebuah masjid di Desa el-Sobra, Gaza. Dengan melepaskan tiga rudal dari pesawat heli itu, pemimpin dan pendiri Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Syeikh Ahmad Yasin (1936-2004), ditembak secara biadab oleh pasukan Zionis Israel. Ikut menjadi korban meninggal dunia lainnya adalah Mukmin Al-Yazori (28 tahun), Amer Ahmad Abdul 'Al (25 tahun), Rateb Abdurrahman Al-'Alon (52 tahun), Khumaes Sami Mushtahi (32 tahun), Rabe Abdul Hayyi Abdul Al (15 tahun) dan empat lainnya yang belum diketahui identitasnya. Sementara ada 16 lainnya terluka, di antarannya dua anak Syeikh Yasin, Abdul Hamed dan Abdul Ghani serta seorang pemuda lagi dari keluarga Zaqut.

Tuesday, January 27, 2009

Rukun Solat



Syarat dan Rukun Sembahyang
Syarat mengerjakan sembahyang mestilah memenuhi dan mematuhi segala rukun sembahyang itu dan jika salah satu syarat itu tidak dilaksanakan maka sembahyang itu tidaklah sah:-

Orang Islam.
Menghadap arah Kiblat
Suci dari Haidh, Nifas dan Junub.
Akil baligh
Melihat atau mendengar.
Jaga (tidak tidur)
Sudah masuk waktu sembahyang.



Syarat Sah Sembahyang
Syarat-syarat sah sembahyang ialah:

Sesudah masuk waktu sembahyang.
Menghadap ke arah Kiblat.
Suci dari hadas kecil dan hadas besar (sudah berwuduk dan sudah mandi wajib jika ada sebabnya).
Suci pakaian, tempat dan badan dari najis.
Menutup Aurat, menutupi tubuh dengan pakaian sekurang-kurangnya dari pusat ke lutut (lelaki). Menutup semua badan kecuali dua tapak tangan dan muka (perempuan). Berpakaianlah dengan pakaian yang bersih sempurna dan indah kerana kita akan menyembah Allah.


Rukun Sembahyang
Perkara yang mesti dilakukan dalam sembahyang.

1)BERDIRI BETUL, jika tidak mampu boleh dengan duduk jika tidak mampu juga boleh sembahyang dalam keadaan berbaring.

2)NIAT, dilafazkan sewaktu mengangkat takbiratul ihram.

3)TAKBIRATUL IHRAM, mengucapkan perkataan Allahu Akbar.

4)MEMBACA SURAH AL-FATIHAH, bermula dengan bacaan Bismillah... hinggalah Waladhaallin.

5)RUKUK DENGAN THUMAKNINAH, membongkok 90 darjah.



Perkara Yang Membatalkan Sembahyang
Ertinya tidak Sah Sembahyang serta terbatal jika perlakuan ini dan perlu dibuat semula, yang membatalkan sembahyang ialah:-

Batal Wuduk.
Makan dan Minum dengan sengaja walaupun seteguk air atau sebiji nasi sekalipun (sisa makanan di dalam mulut).
Terbuka Aurat.
Melangkah, tiga langkah berturut-turut.
Terdapat najis di badan , pakaian atau tempat sembahyang.
Tertawa Terbahak-bahak.
Bercakap, berkata-kata dengan sengaja.
Berubah Niat.
Mendahulu Imam sampai dua rukun.
Meninggalkan rukun Sembahyang.

Thursday, October 16, 2008

HEDONISME...??










Hedonisme adalah budaya yang lahir daripada asas sekularisme yang menolak dominasi fahaman agama dalam kehidupan manusia. Hedonisme yang berasal dari istilah Greek, Hedone, bermaksud pleasure (keseronokan / kelazatan) atau happiness (kegembiraan ) ialah kebaikan.

Hedonisme menurut pengertian kamus dewan ialah pegangan atau pandangan hidup yang mementingkan keseronokan atau kesenangan hidup.

Al-Quran mengaitkan Hedonisme dengan kepentingan dunia dan hawa nafsu sehingga lalai dan lupa akan perintah dan suruhan Allah swt.

Allah swt telah mengingatkan bahawa terdapat kecenderungan manusia menjadikan hawa nafsu dan keseronokan sebagai sembahan, di mana Al-Quran bertanya, yang bermaksud: "Tidakkah kamu melihat mereka yang mengambil nyawa hawa nafsu sebagai tuhan mereka?".


Pengawalan Islam terhadap gejala negatif ini amat dititikberatkan. Nabi saw sejak remaja lagi telah dikawal oleh Allah swt daripada menghampiri pesta kaum Quraisy yang diadakan di Kota Mekah. Baginda diriwayatkan tertidur dengan nyenyak sebelum berupaya pergi ke pesta tersebut.

Islam amat memandang berat pemikiran-pemikiran yang cuba menganggu umat Islam. Hal ini kerana sekiranya pemikiran-pemikiran ini tidak dikawal, ia mampu merosakkan aqidah umat Islam. Sedangkan Aqidah berfungsi sebagai tonggak utama perancangan hidup manusia khususnya berkaitan aspek perancangan ummah.


Lazimnya, perbincangan mengenai akidah akan turut melibatkan persoalan Iman.Konsep keimanan adalah mengenai individu yang mempunyai akidah yang benar dan mempunyai tiga elemen penting merangkumi pegangan kuat berasaskan keyakinan, wujudnya unsur ketundukan yang tulus dalam sanubari manusia terhadap apa yang diimaninya dan yang terakhir adanya unsur cetusan atau rangsangan dalaman dalam diri individu tersebut untuk menterjemahkan seluruh prinsip keimanannya di dalam diri individu tersebut untuk menterjemahkan seluruh prinsip keimanannya di alam kenyataan dengan berusaha untuk menyelaraskan seluruh aktiviti hidup hariannya berasaskan nilai-nilai keimanan tersebut. Ini kerana individu tersebut tidak boleh bersabar melihat segala aktiviti hidup dilangsungkan berasaskan bentuk dan kaedah yang bertentangan dengan asas-asas keimanan yang terpendam jauh dan kental dalam hati sanubarinya.

Merujuk kepada definisi di atas, jelas sekali budaya hedonisme amat bertentangan dengan akidah umat Islam. Hal ini kerana budaya hedonisme mementingkan kebebasan fikiran sedangkan Aqidah Islam meletakkan Al-Quran dan al-Sunnah sebagai paksi atau tunjang pemikiran.



....................................................................................................................


Ajaran Sekularisme telah meletakkan lima prinsip utama sebagai neraca dalam alirannya.


Prinsip Vetalisme menekankan apa-apa yang berbentuk kuat dan menguntungkan dari segi kebenaran akan dianggap baik.


Prinsip Kreativiti meletakkan sesuatu yang boleh mencetuskan daya kreativiti dan menghasilkan ciptaan baru akan

dianggap sabagai baik dan bermutu.


Prinsip Relative pula menekankan tidak ada sesuatu konsep dan pemahaman terhadap sesuatu fakta atau teori yang bersifat mutlak dan kekal. Sebaliknya semuanya boleh berubah mengikut perubahan zaman dan perkembagan ilmu pengetahuan.


Prinsip Hedonisme pula menggariskan apa-apa sahaja yang boleh memuaskan hawa nafsu manusia akan dianggap baik , manakala apa-apa sahaja yang boleh membawa penderitaan nafsu akan dianggap buruk


Prinsip terakhir pula menganggap majoriti masyarakat sebagai pemutus. Aliran ini menganggap pilihan majoriti adalah baik.

Monday, October 13, 2008

Seni menurut Islam

konsep seni:

Makna literal:

seni ialah halus, indah atau permai

Istilah:
seni ialah segala yang halus dan indah lagi menyenangkan hati serta perasaan manusia

Dalam pengertian yang lebih padu:
ia membawa nilai halus, indah, baik dan suci ( berguna dan bermanfaat serta mempunyai fungsi dan nilai sosial)


NYANYIAN DAN SENI MUZIK

Nyanyian dan muzik boleh mengubah sikap ke arah pencapaian peradaban yang bererti di samping mempunyai kekuasaan tersendiri hingga boleh menukar emosi menjadi terharu, sedih, pilu, menangis bahkan gila. Ini menunjukkan bahawa nyanyian dan muzik sangat rapat hubungannya dengan jiwa manusia. Oleh itu, ia perlu dikawal dan diberi perhatian supaya tidak merosakkan jiwa dan moral manusia.

Islam dari segi falsafahnya menyatakan nyanyian dan muzik haruslah bertujuan ke arah pembentukan peribadi dan sebagai tali penghubung ke arah taqwa kepada Allah. Islam tidak mengizinkan nyanyian dan muzik yang melalaikan manusia dari kewajiban terhadap Allah. Seni yang merosakkan adalah seni sesat yang hukumnya haram dan patut dijauhi.



PANDANGAN ULAMA’ DAN FATWA BERHUBUNG SENI MUZIK

a) Pandangan Imam al-Ghazali


- tidak terdapat keterangan yang jelas dari sunnah Rasulullah yang melarang penggunaan alat-alat muzik

- sebahagian instrumen muzik yang mempunyai bunyi yang baik tidak dilarang

- seni muzik yang dilarang ialah seni muzik yang berada di dalam keadaan yang bersetongkol dengan kumpulan pemabuk, perzinaan dan perbuatan dosa yang lain

- mendengar lagu itu ada 5 hukum iaitu harus, sunat, wajib, makruh dan haram


a)
Imam al-Ghazali mengklasifikasikan lagu-lagu kepada 7 jenis iaitu :

• Lagu-lagu yang membangkitkan kerinduan untuk menziarahi tempat-tempat suci seperti Mekah dan Madinah

• Lagu yang mengobarkan semangat untuk berjuang mempertahankan aqidah dan negara

• Lagu yang memperihalkan pertarungan dan sikap kelelakian yang pantang mengalah di saat-saat genting

• Lagu yang mengenang peristiwa lampau yang menimbulkan kesedihan yang positif. Mengingatkan diri terhadap hakikat hidup yang sebenar.

• Lagu yang menyifatkan keadaan ketika rela dan sukacita untuk menghargai suasana tersebut dan menikmati kenangannya selama yang mungkin

• Lagu bercorak ghazal yang sopan : memperihalkan kisah cinta dan membayangkan harapan untuk bertemu dan pertautan yang lebih erat di masa yang akan datang

• Lagu yang memperihalkan keagungan sifat-sifat tuhan, memuji serta mentahmidkan kebesarannya


b) Pandangan Imam Shafi’i - Menyatakan bahawa nyanyian itu adalah makruh dan melalaikan di dalam kitabnya, Adab al-Qada’:

- Ia menyamai kebatilan dan sesiapa yang mendengarnya maka dia adalah seorang safih dan penyaksiannya ditolak
- Mendengar nyanyian dari wanita yang bukan mahram tidaklah harus dalam apa jua keadaan samada di tempat terdedah atau di tempat tertutup, samada wanita yang merdeka atau hamba
- Jika tuan kepada hamba abdi wanita mengumpulkan orang ramai agar mendengar nyanyian abdinya itu, maka dia juga seorang safih dan penyaksiannya ditolak
- Memakruhkan penggunaan seruling kerana menurutnya itu adalah perbuatan kaum Zindik untuk memesongkan orang dari mendengar al-Quran



c) Pandangan Imam Malik

- Melarang mendengar nyanyian

- Menyatakan bahawa barangsiapa ingin membeli seorang abdi wanita dan diketahuinya wanita tersebut seorang penyanyi, maka janganlah dibeli wanita tersebut



d) Pandangan Ibn Taimiyyah

- Membezakan antara mendengar nyanyian dan muzik yang bermanfaat pada agama dan antara apa yang diberi pengecualian untuk mengelakkan dosa, dan antara pendengaran muqarrabin dan pendengaran orang-orang biasa

- Diharuskan mereka mendengar apa yang disyariatkan kepada para hamba Allah iaitu mendengar ayat-ayat Allah : dapat membaiki hati dan menyucikan jiwa



e) Pandangan Dr.Yusuf al-Qaradawi

- Membuktikan mengenai hukum seni muzik yang pada asalnya bersifat harus tetapi boleh berubah kepada hukum-hukum lain berdasarkan beberapa syarat iaitu :

Bukan semua lagu itu harus. Isi kandungannya hendaklah
bertepatan dengan kesopanan Islam serta ajarannya. Nyanyian-nyanyian yang menyanjung pemerintah yang zalim, taghut dan fasiq adalah bertentangan dengan ajaran Islam kerana Islam melaknat para pelaku kezaliman dan para pengampunya.

• Cara persembahannya juga mesti diambilkira. Kadangkala tajuk lagunya tidak menjadi masalah tetapi cara penyampaian penyanyinya itu yang boleh menyebabkan hukumnya haram, syubhah atau makruh. Ini termasuklah cara nyanyian yang memberangsangkan ghairah seks para pendengar melalui tema-tema cinta berahi.

• Hendaklah nyanyian itu tidak diiringi dengan perkara yang haram seperti meminum arak, mendedahkan aurat atau bercampur diantara lelaki dan perempuan tanpa batas dan had.

• Seperti perkara-perkara harus yang lain, nyanyian hendaklah tidak dilebih-lebihkan terutama nyanyian yang menyentuh perasaan dan kerinduan yang berlebihan. Sekiranya unsur-unsur yang berlebihan ini tidak dikawal, ianya akan mengabaikan hak akal, rohani dan kehendak seseorang, masyarakat dan agama.

Sekiranya terdapat unsur nyanyian yang menaikkan nafsu syahwat, mendorong ke arah kejahatan, menjadi lalai dan leka untuk mengerjakan ibadah maka menjadi kewajipan ke atas pendengar untuk menjauhinya, menutup pintu fitnah tersebut demi memelihara dirinya dan agama.


f) Fatwa Sheikh Mahmud Shaltut

- Mendengar dan bermain alat muzik adalah sama hukumnya dengan merasa makanan yang lazat, menghidu bau yang harum, melihat pemandangan yang cantik atau mencapai pengetahuan yang tidak diketahui. Semuanya memberi kesan untuk menenangkan fikiran apabila jasmani penat dan memberi kesan dalam memulihkan semula tenaga.

- Al-Quran yang mendasari segala peraturan dan perundangan yang
begitu sempurna adalah bertujuan untuk menjaga supaya tidak berlaku keterlaluan di pihak yang tidak menggunakan muzik dan pihak yang menggunakan muzik secara berlebihan. Apatah lagi Islam menuntut kepada kesederhanaan.

- Fuqaha’ terdahulu telah membenarkan penggunaan seni muzik
apabila mempunyai tujuan yang sesuai seperti muzik iringan ke medan perang, haji, perkahwinan dan hari kebesaran Islam. Mengikut fuqaha’ Hanafi, muzik yang dilarang ialah sekiranya bercampur dengan majlis yang terdapat arak, penyanyi perempuan yang mengghairahkan, unsur-unsur fasiq, perzinaan dan berhala.

- Beliau memberi amaran kepada sesiapa yang berani melarang
sesuatu perkara yang tidak jelas dilarang oleh Allah.